Manna for Your Day

Tuhanlah Kemenanganku


Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan.

“Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.”

Mazmur 141 : 1-10

Dua pernyataan ekstrim yang pernah kita baca: Pertama, “Sebagai manusia berdosa mau tak mau saya tetap berbuat dosa apabila godaan datang.” Kedua, saya sudah menjadi orang Kristen maka saya tidak mungkin akan berbuat dosa lagi.” Pernyataan mana yang anda lebih setuju? Ketika pertanyaan ini diajukan pada sekelompok orang, ada yang menjawab “kedua-duanya tidak bisa diterima.” Kalau demikian pernyataan seperti apa yang lebih tepat? Jawaban yang lebih bijaksana adalah “Godaan memang ada, tetapi saya punya hak untuk berkata, “Saya tidak perlu berbuat dosa.” Mengapa? Godaan atau pencobaan ada di mana saja, tetapi yang penting adalah sikap kita. Itulah sebabnya pemazmur berdoa memohon agar Tuhan tidak membiarkan hatinya condong kepada yang jahat. Kata “condong” dapat berarti miring ke sebelah atau ditarik (be drawn-NIV). Pemazmur menyadari dirinya tidak sanggup mengendalikan diri ketika godaan datang. Peluang bagi Daud untuk kompromi bahkan larut dalam sistem dunia selalu terbuka. Tetapi ia berdoa supaya jangan sampai ke sana.

Seorang bapak bersaksi bahwa untuk tidak melakukan seperti cara-cara duniawi dalam usaha tidaklah mudah. Ia memegang prinsip bahwa Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya. Usahanya justru diberkati tanpa cara-cara duniawi seperti yang dilakukan banyak orang. Tuhan menghargai anak- Nya yang berani berkata ‘tidak’ terhadap setiap pencobaan. Permintaan pemazmur ini menjadi contoh yang sangat tepat. “Jangan condongkan hatiku…”, yang mencakup pikiran dan keinginan. Kadang-kadang kita minta Tuhan berkati pekerjaan atau pelayanan kita, tetapi jarang berdoa agar diberi kemenangan atas pencobaan. Kita diberkati dengan perkataan seseorang, “Di dunia ini kita bukan mencari kesenangan tetapi kemenangan.” Apabila orang yang tidak tahu kebenaran kompromi dengan ketidakbenaran, itu logis bukan? Nah, ketika orang percaya pun sudah mulai terseret, maka menjadi tidak logis. Yusuf menjadi masalah besar kalau saja ia tidak berhati-hati di istana Potifar. Daniel gagal sebagai hamba Allah, kalau saja ia kompromi dengan sistem di istana Babel.

Inspirasi: Berdoa agar jangan jatuh dalam pencobaan adalah logis bagi setiap orang percaya.

Moment of Inspiration.

  


View count: 3525 views



7 Responses to “Tuhanlah Kemenanganku”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>