Manna for Your Day

Persediaan di gunung Tuhan


“Jehovah Jireh,” Allah yang menyediakan.

Bacaan: Kejadian 22:1-14

Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan”; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.” (Kejadian 22:14)

Kalau kita melihat keadaan hidup pada zaman sekarang, sepertinya kata ‘cukup’ itu jadi semakin subyektif dan kabur artinya. Saudara-saudara kita yang hidup di daerah terpencil, cukup itu artinya benar-benar asalkan ada makanan dan pakaian serta tempat berteduh. Lain dengan warga metropolitan. Makna ‘cukup’ telah menjadi benar-benar bias, dengan segala bentuk promosi yang gencar untuk menciptakanberbagai kebutuhan dan kelengkapan wajib agar dapat menjadi bagian dari masyarakat ini.

Cukup atau kecukupan adalah ukuran yang sangat umum dalam istilah,namun sangat pribadi dalam aplikasinya. Tentunya, ukuran kecukupan akan sangat berbeda dari satu pribadi kepada pribadi yang lain. Tetapi kenyatannnya, kecukupan atau perasaan cukup itu tidak mudah dalam aplikasinya sebab terlalu sering hati kita gelisah oleh perasaan ‘tidak cukup’.

Firman Tuhan hari ini memberikan sebuah tips untuk mendapatkan karunia hidup berkecukupan, untuk memiliki ukuran cukup. Bagaimana caranya? Kita perlu menyadari dengan segenap hati dan pikiran bahwa Allah kita adalah Allah yang selalu menyediakan. “Jehovah Jireh,” seperti yang diproklamasikan Abraham, artinya Allah yang menyediakan. Ketika kita memiliki ukuran cukup itu, kita akan selaluhidup dalam pengucapan syukur dan sukacita Sebaliknya, kalau kita tidak memiliki ukuran cukup, damai sejahtera dan sukacita itu akan terhilang dari hidup kita, digantikan oleh kekhawatiran, ketakutan, dan ketamakan—MRK

KALAU KITA PERCAYA TUHAN MENCUKUPI KITA HIDUP AKAN PENUH DENGAN DAMAI DAN SUKACITA

Lentera Jiwa

  


View count: 1282 views



One Response to “Persediaan di gunung Tuhan”

  • Arti cukup dijelaskan dlm perjanjian baru oleh kitab Lukas ketika Yohanes pembaptis menjawab peetanyan mereka : Orang banyak bertanya kepadanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”

    Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

    Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: “Guru, apakah yang harus kami perbuat?”

    Jawabnya: “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.”

    Maka kuncinya adalah:
    Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
    GBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>