Manna for Your Day

Menghubungkan Titik-Titik


Allah turut bekerja, dengan kuasa-Nya yang ajaib, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Bacaan: Roma 8:28-31

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs, pendiri Apple, meninggal dunia. Banyak sekali karya warisannya, mulai dari komputer Macintosh, iPhone, iPad, sampai film animasi produksi Pixar, seperti Toy Story. Salah satu nasihat Steve yang menarik adalah tentang connecting the dots  “menghubungkan titik-titik” yang disampaikannya kepada mahasiswa Stanford. Ia DO (drop out) setelah 6 bulan kuliah karena kekurangan biaya. Namun ada satu mata kuliah yang ia sukai dan tetap ia ikuti, yaitu kaligrafi. Tak dinyana, ilmu kaligrafinya inilah yang menjadi dasar desain Macintosh sehingga sekarang kita menggunakan font yang enak dibaca di komputer kita.

Alkitab berkata bahwa Allah turut bekerja, dengan kuasa-Nya yang ajaib, untuk mendatangkan kebaikan bagi kita, menurut rancangan yang dipersiapkan-Nya. Dikatakan bahwa Allah memiliki rancangan besar untuk hidup kita masing-masing dan tidak dibiarkan-Nya semua kejadian itu hanya sekadar mengalir dan serba kebetulan. Allah terus dan tetap memegang kendali dalam hidup kita, sambil perlahan-lahan tetapi pasti menghubungkan titik-titik itu.

Dalam hidup kita, akan ada banyak hal kecil-kecil, seperti titik-titik kejadian, yang tidak akan kita mengerti saat terjadi. Kadang kala titik-titik kejadian itu seperti sebuah bencana, kekalahan, kemunduran, atau kekecewaan, tetapi di balik itu, ada tangan yang tekun terus menenun, menghubungkan titik-titik itu, menjadi sebuah rancangan besar yang indah dan sempurna—HSL

DALAM SETIAP TITIK KEHIDUPAN KITA ADA TANGAN YANG MENENUN MENGHUBUNGKAN TITIK-TITIK ITU

Lentera Jiwa

  


View count: 2426 views



One Response to “Menghubungkan Titik-Titik”

  • Nahason Manurung

    Renungan hebat, menggelitik proses hidup kita sejak ada kesadaran hidup, sejak kecil, dalam sekolah dan karier kita. Ada yang pahit? Yang manis? Yang memalukan? Yang patut di puji? Dst sd mati nanti, semuanya titik-titik itu dihubungkan Tuhan agar kita sadar siapa kita didepanNya. Ternyata Dia aktif juga menenun kehidupan kita untuk kemuliaanNya. Hal inilah mengingatkan kita akan ucapan Yesus: Bahwa kita tidak lagi dipanggil sebagai budak, tetapi sebagai sahabat! Inilah motivator bagi kita untuk berdoa terus dalam hidup kita sd akhir hidup di dunia ini! Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>