Manna for Your Day

Mau Untung Malah Buntung


Tetapi siapa mendengarkan Tuhan, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.

Bacaan: Amsal 1:20-33

Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka. (Amsal 1:32-33)

Seorang pensiunan di Australia berencana untuk mengamankan perhiasan emasnya karena khawatir akan perampokan. Sambil mencari tempat yang aman, ia menyembunyikan barang berharganya di tempat sampah. Ia berpikir, petugas kebersihan tidak akan datang terlalu cepat. Malang tak dapat ditolak, keesokan harinya ketika ia akan memindahkan hartanya, tempat sampahnya sudah ludes. Petugas kebersihan sudah mengosongkannya dan mengirimkannya ke tempat pembuangan akhir.

“Setelah beberapa saat akhirnya saya bisa menerima kenyataan,” ujarnya. “Cuma teman-teman saya masih menelepon dan mengingatkannya, ’Harga emas naik terus, lo!’”

Ketika Saul diperintahkan untuk menumpas semua hasil rampasan dari Raja Agag dari Amalek, ia tidak melakukannya. Saul menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala benda yang berharga. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. Kejadian inilah yang membuat Saul ditolak Tuhan. Mau untung malah buntung. Kebodohan, bukan hikmat, yang menguasai Saul.

Semua orang tentu ingin untung dan tidak buntung, ingin selamat dan bukan terjerat. Di sinilah kita perlu hikmat, yang dapat kita peroleh dari Tuhan Yesus. Sudahkah kita membawa persoalan hidup kita sehari-hari kepada Dia, Sang Sumber Hikmat? Entahkah itu soal ujian sekolah, soal mau kuliah ke mana, soal mendidik anak, soal beban pekerjaan, soal usaha, apa pun itu, mintalah hikmat dari-Nya—HSL

YANG MEMILAH UNTUNG DAN BUNTUNG ADALAH HIKMAT

Lentera Jiwa

  


View count: 2016 views



One Response to “Mau Untung Malah Buntung”

  • Yesaya Yunus

    Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat . Pdt Agus M dalam khotbahnya mendefinisikan takut akan Tuhan adalah : Afeksi yang paling dalam di dalam hati kita yang mengasihi Allah sebagai Bapa , menghormatiNya sebagai Tuhan , takut menyakiti hatiNya melebihi takut akan kematian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>